Sotoji, anak kost dan warung kopi


“ Ada paket deh, kalo enggak salah” ujar seorang pembantu di kos-kostan dimana saya tinggal. Tak lama ia memberikan paket Sotoji alias Soto Jamur Instant. Hmm, akhirnya saya akan mencoba Sotoji. Ehh… Anda punh mungkin sudah tahu fasilitas anak kost, tak ada alat untuk memasak apalagi kost saya standar sekali, jangankan peralatan alat untuk masak, alat makan sendok dan piring pun tak tersedia, memang kostan yang seadanya. 

Kalo ikut numpang masak di dapur ibu kost jelas tidak mungkin. Hmm..Ting*… ada ide nih!! Ikut masak di warung kopi tempat saya nongkrong minum kopi atau makan mie rebus. Memang agak aneh ketika yang datang ketempat itu membawa panganan mentah untuk dimasak, karena di tempat itu sendiri sudah tersedia mie instan berbagai merek.

Sumber Gambar : http://deblogger.org
Karena itu tempat langganan saya nongkrong  ketika suntuk di kostan,  maka saya merasa cukup enak hati. Tujuan saya pun disambut hangat, dengan sebuah merek yang baru saja mereka lihat—termasuk saya juga baru mencobanya—rasanya penasaran terlebih ini merupakan soto instan dengan bihun dan spesialnya ada jamunya. 

Awalnya  bihun itu terlihat kecil sebelum dimasak, ternyata setelah matang menjadi banyak. Mesti paham anak kost seperti saya adalah enak, banyak, murah, hehee.

Sotoji begitu sangat cepet disajikan. Kini tinggal menyantapnya. Sotoji ini jelas menjadi menu santap saji yang cukup unik karena terdapat jamur goreng yahng rasanya seperti irisan daging ayam dalam jumlah yang cukup banyak lho, sehingga ini memberikan rasa lezat karena bumbunya. 

Tips dari saya, menikmati sotoji ini akan lebih mantap dengan menambahkan kecap dan irisan cabe rawit (apalagi anda yang suka pedas). Si pemilik warung pun bercloteh, “ bukannya bawa satu dus dijual disini” saya hanya tersenyum sambil menghabiskan sotoji beberapa sendok lagi.

Ketika menuliskan tetang Sotoji ini, kenapa air liur meleleh membayangkan sotoji yang baru beberapa menit saya makan. Perut saya pun nampaknya tak akan menolaknya. Wah parah… malu saya jika harus balik lagi ke warung tadi dan makan lagi, padahal baru sekitar se jam yang lalu. Apa kata dunia?:-)