Persembahan Kami

Minggu, 24 Juni 2012

20 Harian, Tak Ada Sesuatu dan Hanya Ini

Maksud judul diatas apa? ya itulah saya pun bingung,heee. Maksud saya kurang lebih sekitar 20 harian tak ada postingan di blog ini. Kenapanya, saya tak mau ngasih alasan klise . Kali ini pun tak ada yang penting untuk di publish di blog sederhana ini.

Tapi sebagai blog yang saya buat tidak hanya untuk catatan pribadi tapi juga blog yang bicara tentang urban, perkotaan seperti serial PPD 213 yang telah saya publish beberapa edisi.

kali ini serial ruang kota kini saya hanya akan bicara  sederhana saya melalui foto, dari device android ini. Semoga gambar yang buruk namun bisa mewakili inti cerita saya, untuk serial ruang kota.




Suasana saat sholat jumat di bawah kolong jembatan Slipi Jaya



Gambar-gambar diatas saya ambil sendiri. ke 2 foto diatas adalah situasi sholat Jumat di salah satu tempat sholat dimana itu berada dibawah kolong fly over. Saya salut dengan salah satu ormas betawi yang memberdayakan lahan dibawah fly over ini untuk tempat sholat dan sebagian untuk kawasan tempat makan biasa saya dan ratusan  karyawan dari beberapa gedung sekitar.


suatu saat nanti saya akan ulas, bagaimana kolong fly over ini  disulap sebegitu rupa dan dijadkan zona foodcourt dan tempat ibadah.




Suasana saat Solat Jumat di parkiran gedung salah satu hotel di kawasan Slipi Jaya  











2 Foto diatas ini juga sama,  suasana saat sholat jum'at di samping gedung perkantoran tempat saya bekerja.  foto ini baru diambil jumat kemarin, tempat ini sehari-harinya merupakan parkir mobil dan letaknya di basement hotel. bisa dilihat foto di paling bawah, terdapat mobil terparkir, bahkan pernah suatu kali saya sholat di jajaran belakang dan didepan saya ada satu mobil terparkir.

Pengalaman sperti ini saya rasakan di kota metropolitan Jakarta ini. Di kampung, saya hanya merasakan seperti ini jika saat shlat Idul Fitri saja.

Kota ini begitu mahal memang, dan sangat mahal. Ruang berbentu apapun, sekecil apapun dan kondisi apapun  seperti kolong jembatan, parkiran, atau ruang apapun  dapat sangat bermanfaat, tidak hanya urusan duniawi tapi urusan ukhrowi sekalipun.

Yahhh..itulah

Semangat Revolusi Galau 

12 komentar:

  1. Karena sebuah kota, bukan sekadar gedung-gedung tinggi yang bersaing memamerkan ego..
    Karena sebuah kota, bukan sekadar statistik ekonomi yang terus meningkat..

    Kota, seharusnya menjadi ruang pembelajaran.
    Memupuk cinta, menularkan senyuman.
    Berbagi suka, berbagi duka.
    Karena sebuah kota, harusnya menjadi sebuah ruang kehidupan yang kental akan makna..

    Nice Posting! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. satu pandangan yang menarik..
      bagi saya sebagai seorang blogger urban yang baru belajar, saya coba belajar dan manangkap makna dari sebuah kota, tentunya jakarta.

      semoga semakin rumitnya kota ini, semakin banyak hal yang bisa ditangkap maknanya untuk sama-sama kita pelajari bersama dalam medium blog ini.

      sukses selalu untuk bang arya
      salam bahagia
      terima kasih atas kunjungannya

      Hapus
  2. Subhanalloh...
    Meski hanya sebuah gambar, tapi suasananya sangat terasa.
    Keikhlasan dan harapan atas ridho Alloh menjadi impian meski dari ruang yang tak pernah terbayangkan..

    Nice share (^O^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ruang tak membatasi, semoga kondisi apapun tak menjadikan makhluk dengan sang kholiknya kian jauh,,

      salam bahagia selalu
      trima kasih

      Hapus
  3. Alhamdulillah, masih ada tempat sholat Jumat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat bersyukur di tengah padatnya ibu kota ini,,,
      salam bahagia

      Hapus
  4. Kagum dengan umat Islam yang mengerjakan kewajipannya. Tapi saya musykil kenapa tak disediakan kemudahan seperti masjid...maaf sekadar bertanya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, jadi kalau saya jelaskan. emsjid sebetulnya ada tapi lokasinya jauh. bukan hanya itu, di kawasan ini kawasan perkantoran dan banyak karyawannya dengan jumlah masjid tidaklah seimbang,..

      maka tempat ibadah seperti ini digelar untuk menampung jamaah sholat jumat..

      terima kasih nita atas kunjungannya

      Hapus
  5. unik ya... di tuban ada pesantren mas di bawah tanah, di dalam gua, itu juga unik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah unik, boleh dicari nanti informasi ttg pesantren tersebut...

      terima kasih untuk kunjungannya Annesya dan informasinya
      salam bahagia

      Hapus
  6. Setiap sabtu, jam 3 sore... Selalu ada kegiatan belajar mengajar di bawah kolong jembatan Tomang....

    Dimanapun, kapanpun... Sekecil dan kerusuh apapun tempat bisa jadi lahan yang paling bermanfaat bagi yang membutuhkannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sipp... bung denis kita sepakat akan hal itu..
      semangat terus berbagi kawan.. semoga gerakan mulyanya didorong terus oleh semangat kalian dan tentunya support dari masyrakat..

      salam bahagia

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...